Update Terbaru Penanganan Darurat Banjir & Longsor Sumatra

Skala Bencana dan Dampaknya

Banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 merupakan salah satu bencana hidrometeorologi terbesar sepanjang dekade ini di Indonesia. Hujan ekstrem yang dipicu oleh fenomena atmosfer termasuk sisa Cyclone Senyar menyebabkan sungai meluap dan tanah labil di banyak kawasan pegunungan.

Berdasarkan data terakhir BNPB per 30 Desember 2025 yang sering diperbarui di dashboard resmi gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025, tercatat secara keseluruhan:

  • Korban meninggal dunia mencapai lebih dari 1.141 orang
  • Orang hilang masih terus dicari dan tercatat sekitar 163 orang.
  • Jumlah pengungsi / warga terdampak mencapai 395.795 jiwa yang tersebar di ratusan titik pengungsian di tiga provinsi.
  • Ribuan infrastruktur rusak berat mulai dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga jembatan dan akses jalan utama.

Status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara telah diperpanjang hingga 31 Desember 2025 untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Prioritas Penanganan Darurat di Lapangan

1. Evakuasi & Penyelamatan

  • Tim SAR gabungan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD aktif melakukan pencarian dan penyelamatan korban di wilayah terisolasi.

  • Penggunaan helicopter dilakukan untuk menjangkau daerah yang aksesnya tertutup longsor atau banjir besar.

2. Logistik & Pemenuhan Kebutuhan Dasar

  • Kementerian Sosial telah menyalurkan lebih dari Rp100 miliar dalam bentuk bantuan logistik seperti family kits, pangan, pakaian, dan kebutuhan dapur umum yang tersebar di lebih dari 42 dapur umum di wilayah terdampak.

  • Pemerintah memberikan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal, serta bantuan cash support bagi keluarga terdampak selama beberapa bulan.

3. Akses Transportasi dan Komunikasi

  • BNPB bersama instansi terkait mempercepat pembersihan akses jalan utama dan alternatif yang tertutup longsor untuk memperlancar distribusi bantuan.

  • Fasilitas komunikasi satelit disediakan di titik-titik blank spot guna mendukung koordinasi tim SAR dan relawan.

4. Kesehatan dan Sanitasi

  • Layanan kesehatan darurat diperluas di pos-pos pengungsian, sementara sanitasi dan air bersih menjadi fokus utama untuk mencegah penyakit pascabencana.

Transisi ke Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Memasuki akhir Desember 2025, pemerintah bersama BNPB telah mulai mengalihkan sebagian wilayah terdampak dari fase tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Beberapa langkah awal yang dilakukan antara lain:

  • Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga yang rumahnya rusak berat.
  • Penyusunan rencana pembangunan kembali infrastruktur penting seperti jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
  • Pemulihan ekonomi lokal, termasuk pemberian bantuan modal dan program pemberdayaan untuk usaha warga terdampak.

Estimasi awal kebutuhan dana untuk pemulihan total di tiga provinsi ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, meskipun angka ini masih akan terus diperbaharui oleh pemerintah pusat dan BNPB.

Solidaritas Nasional & Dukungan Publik

Sebagai refleksi duka dan solidaritas seluruh bangsa, sejumlah daerah memutuskan tidak mengadakan kembang api perayaan Tahun Baru 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada korban bencana.

Kesimpulan

Penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Sumatra telah berlangsung intensif sepanjang Desember 2025 dengan strategi tanggap darurat yang meliputi penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan akses kritis, dan persiapan transisi ke pemulihan jangka panjang. Meskipun jumlah korban jiwa dan kerusakan sangat besar, koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus dilakukan untuk memulihkan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. Data dan respon terkini tersedia secara real-time melalui dashboard penanganan bencana BNPB di situs gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025.

Berita lainya

BNPB Mengadakan Bimbingan Teknis se-Provinsi Bengkulu

Berita
Dalam rangka peningkatan kapasitas petugas sumber daya teknis kelembagaan BPBD, Direktorat Peralatan BNPB melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengenalan Peralatan Kebencanaan Penanggulangan Bencana, Tingkat BPBD Kab/Kota Se-Provinsi Bengkulu, Kep. Riau dan…